Sosialisasi Sertifikasi Halal Desa Sendangsari

Oleh Afif Fadhilah Iftiar • 29 Jul 2026
Media

Mengangkat Potensi Pangan Lokal di Lereng Pegunungan: KKN Unsoed Dampingi 10 UMKM Desa Sendangsari Wonosobo Lewat Sosialisasi Sertifikat Halal

Berada di bawah naungan panorama alam yang asri dan udara pegunungan yang sejuk khas Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Desa Sendangsari menyimpan potensi ekonomi kerakyatan yang luar biasa. Belum lama ini, semangat kebersamaan terpancar nyata melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan sertifikasi halal yang dimotori oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bersama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah edukasi legalitas produk, tetapi juga panggung untuk merayakan kekayaan kuliner dan hasil bumi lokal yang membentang di tanah Sendangsari.

Sinergi Mahasiswa KKN Unsoed dan Pelaku UMKM Sendangsari

Diikuti oleh sebanyak 10 pelaku UMKM lokal, acara sosialisasi ini dirancang interaktif untuk membuka wawasan warga mengenai pentingnya kepemilikan sertifikat halal bagi produk pangan. Di tengah latar belakang pemandangan alam Desa Sendangsari yang hijau dan asri, para peserta antusias mendengarkan pemaparan materi mengenai alur pendaftaran, kriteria jaminan produk halal, hingga manfaat strategisnya dalam memperluas jangkauan pasar.

Kehadiran mahasiswa KKN Unsoed di tengah-tengah masyarakat memberikan energi positif. Mereka mendampingi para pelaku usaha secara langsung, membantu memahami aspek kebersihan proses produksi (hygiene) hingga pengisian dokumen administratif yang kerap menjadi kendala bagi UMKM skala rumahan.

Ragam Produk Unggulan: Dari Tempe Kemul hingga Hasil Bumi Segar

Kawasan Garung yang subur terkenal dengan hasil pertaniannya yang melimpah. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, berbagai produk unggulan khas Desa Sendangsari turut ditampilkan dan didaftarkan proses kehalalannya:

  • Kuliner Khas & Tradisional: Kelezatan tempe kemul—gorengan ikonik khas Wonosobo dengan balutan tepung berbumbu gurih—serta jajanan tradisional seperti geplik dan renyahnya keripik combro menjadi sorotan utama. Produk-produk berbasis bahan baku singkong ini diolah dengan resep turun-temurun yang bernilai ekonomis tinggi.
  • Komoditas Pertanian Segar: Selain makanan olahan, kesuburan tanah Sendangsari juga menghasilkan produk hortikultura segar berkualitas tinggi yang turut didorong pemasarannya, seperti selada air segar yang tumbuh subur di dekat sumber air pegunungan, serta kobis (kol) segar berukuran besar yang siap memasok pasar regional maupun luar kota.

Menuju UMKM Sendangsari yang Naik Kelas

Sertifikasi halal memegang peranan krusial untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan yang lebih tinggi bagi para konsumen, baik wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo maupun pembeli di luar daerah. Dengan dikantonginya legalitas halal, produk-produk olahan singkong dan camilan tradisional Desa Sendangsari diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, masuk ke pusat oleh-oleh modern, hingga ritel digital.

Langkah kolaboratif antara mahasiswa KKN Unsoed dan 10 UMKM Desa Sendangsari ini membuktikan bahwa keindahan alam Wonosobo yang asri dapat berjalan selaras dengan kemajuan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing tinggi.