SINERGI MANDIRI LINTAS SEKTOR: KALIMANAH JADI TITIK TEMU KEMENTAN, BKK, DAN COFARM

Oleh Afif Fadhilah Iftiar • 08 Apr 2026
Media

LAPORAN UTAMA | KALIMANAH, PURBALINGGA | 8 APRIL 2026

Kecamatan Kalimanah, Purbalingga menjadi saksi kolaborasi strategis lintas sektor dalam acara Halal Bi Halal KTNA yang digelar pada Selasa, 7 April 2026. Pertemuan ini mempertemukan pihak Kementerian Pertanian, perwakilan perbankan dari Bank Kredit Kecamatan (BKK), dan tim teknologi CoFarm untuk mensinergikan peran masing-masing dalam mengawal ketahanan pangan lokal di tengah ancaman perubahan iklim.

Pembukaan dan Sinergi Kelembagaan

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua KTNA Unggul Bumi Perwira, yang menekankan pentingnya kekompakan antar kelompok tani dalam mengadopsi pembaruan. Pihak Kementerian Pertanian menyambung dengan materi krusial terkait manajemen pengendalian hama dan strategi teknis menghadapi fenomena iklim ekstrem El Nino Godzilla yang diprediksi berdampak pada siklus tanam tahun ini.

Pendampingan PPL dan Pengenalan Tim Baru

Koordinator PPL Kalimanah turut memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan anggota tim penyuluh baru. Tim ini dipersiapkan khusus untuk melakukan pendampingan intensif di lapangan, memastikan para petani di wilayah Kalimanah mendapatkan panduan teknis yang tepat sasaran, baik dalam hal budidaya maupun pemanfaatan teknologi baru.

Dukungan Permodalan dan Proteksi dari BKK

Menjawab kebutuhan dari sisi finansial, BKK memaparkan misi utama terkait kemudahan akses pendanaan dan bantuan permodalan bagi para pelaku usaha tani. Selain itu, BKK juga menekankan pentingnya program asuransi pertanian sebagai jaring pengaman bagi petani untuk melindungi investasi mereka dari risiko kegagalan akibat faktor alam.

Implementasi CoFarm dan Fitur Harta Karun

Sebagai pilar digital, CoFarm melakukan pembagian Kartu Login resmi kepada para mitra petani di wilayah Kalimanah. Dalam demonstrasi aplikasinya, CoFarm memperkenalkan fitur Harta Karun berbasis radar GPS. Melalui fitur ini, setiap transaksi yang tercatat secara digital akan memberikan skor level dan membuka peluang hadiah digital (bonus) secara otomatis bagi petani, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh peserta.

Aspirasi Lapangan dan Rencana Kelompok Tani

Acara juga diwarnai dengan masukan riil dari lapangan. Sejumlah pengepul kecil menyampaikan saran agar sistem CoFarm tetap mengakomodasi keterlibatan mereka meskipun dengan margin yang kompetitif. Tingginya minat ini juga diikuti oleh komitmen para ketua kelompok tani yang berencana mengajak seluruh anggotanya bergabung dalam ekosistem CoFarm guna meningkatkan posisi tawar dan transparansi kelompok.

Kesimpulan: Sinergi ini mengintegrasikan ilmu teknis dari Kementan, pendampingan dari PPL, dukungan modal dari BKK, dan infrastruktur digital dari CoFarm untuk petani Kalimanah yang lebih tangguh.


SKOR NAIK, LEVEL MELEJIT, PERTANIAN KALIMANAH MAKIN LEGIT!